Selasa, 27 November 2012

FAKTOR LINGKUNGAN DALAM PERTUMBUHAN TANAMAN


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.,
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah
yang berjudul “ Faktor Lingkungan dalam pertumbuhan tanaman” merupakan aplikasi dari kami selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar dasar agronomi, makalah ini juga untuk memberikan pengetahuan tentang dasar dasar agronomi tersebut.
Selesainya makalah ini tidak lepas dari kerjasama berbagai pihak, baik itu dari kelompok kami atau pun Pihak pihak yang membantu lainnya. Kami mengucapkan terima kasih karena mereka semualah kami punya motivasi dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Penulis mengharapkan masukan, kritik, dan saran yang bersifat positif demi kesempurnaan makalah kami.
Kami harap makalah ini dapat bermanfaat dan memberi gambaran ataupun menjadi referensi kita dalam mengenal dan mempelajari  factor lingkungan dalam pertumbuhan tanaman , dan jika ada suatu kekurangan atau kesalahan yang terkait makalah ini kami mohon maaf. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua. Amin.

Jambi,                              2011


                                                                   Penulis

FAKTOR LINGKUNGAN

DALAM PERTUMBUHAN TANAMAN

 

 Tanaman dan lingkungan adalah satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan diantara keduanya saling mendukung, saling menunjang, dan mempunyai ikatan ketergantungan. Sedangkan fakror lingkungan yang paling primer dalam pertumbuhan tanaman adalah

 1.FAKTOR TANAH :

Istilah tanah mempunyai arti yg berbeda tergantung orang yang mempunyai kepentingan. Bagi ahli pertanian tanah adalah merupakan bagian bagian bumi dimana akar tanaman tumbuh, tanah merupakan komponen hidup dari lingkungan yg penting.

Adapun fungsi tanah :

a. Menberikan unsur mineral(hara) ;baik sebagai medium pertukaran dan tempat             persediaan
b.Menyimpan/menyediakan air ( menjaga kelembapan)
c. Tempat berpegang bertumpu untuk tegak.

Pembentuka tanah dari bongkahan – bongkahan bumi,,mulai dari proses pemecahan (penghancuran) diamana batuan induk menjadi berkeping-keping secara halus, berikutnya melalui proses yg terus menerus dan lama akhirnya pecahan -pecahan mineral menjadi suatu komplek yg disebut tanah dan juga merupakan kerja biologis dari tanaman dan jasad renik, susunan anorganik tanah: dibentuk dari pelapukan padas & pengkristalan mineral-mineral yang digolongkan pada liat, debu, pasir dan kerikil dan bahan organik/humus.

Potongan tanah vertical yang dangkal dimana bagian induk, hanya sedikit dibawah permukaan tanah dan dari batuan induk ke Top Soil disebut horisosn-harison , adapun pembagiannya :.

Horisan A. adalah zone pencucian(eluviasi), banyak akar, bakteri cendawan, dan binatang kecil(cacing, nematode)kurang zat terlarut dan banyk kehilangan fraksi liat dan besi dan oksida aluminium.

Horison B adalah zone penumpukan(iluviasai) kurang banyak mengndung bahan hidup, tinggi kandungan: liat, besi, oksida aluminium, dan lengket bila basah keras bila kering.

Horison C terdiri bahan terlapuk, sering merupakan batuan induk.

 

 

1.1. System Tanah 

A. Mineral anrganik ; berasal dari pelapukan bahan induk, jumplah dari 1-99% dlm tanah liat, komponenya terdiri dari campuran partikel-partikel yang berbeda ukuran, komposisi, dan sifat kimianaya. Menurut besaran partikel terdiri ; batu; kerikil; pasir; debu; dan liat dan perbandingan dari jumlah perbagian menentukan Tekstur tanah.(lempung, liat, liat berdebu, dll), adapun tanah berat artinya kandungan liat tinggi dan bercampur partikel yg halus, sedangkan tanah ringan: kandungan liat rendah , pasir tinggi dan partikel kasar lain.bagian.  

Tanah liat adalah tanah yg aktif secara fisisk dan kimia, berukuran secara koloid, dan berstruktur kristal.air yg ada sebagai pelumas dan pengikat. Tekstur tanah mempengaruhi daya laju air dan inflitasi air.

Struktur tanah ditunjukan pada pengaturan atau susunan dari partikel – partikel tanah y ang menjadi agregat- agregat, yang menyebabkan struktur yang baik adalah ukuran dan aturanya kedalam butiran- butiran dari partikel mineral dari berbagai ukuran tersebar bersama bahan organic atau persenyawaan perekat. Tanah pertanian memiliki struktur majemuk : kolum kurang 25mm, bongkah 1-25mm, granular 3-5 mm, remah 1-3mm, massif kompak /berlumpur, tanah liat memiliki total jumplah ruang poro-pori lebih besar dari tanah pasir, sifat remah tergantung tekstur tanah dan persentasi humus(bahan organik terurai yang stabil)

Daya tukar kation dari suatu tanah dinyatakan dengan milikivalen tiap 100 gr dan setara dengan jumplah meq dari H+ yang akan bergabung dengan 100 gr tanah kering., kesanggupan tanah untuk mensuplai mineral untuk absorbsi oleh tanaman merupakan ukuran kesuburanya,

Reaksi tanah menunjukan keasaman atau kebasaan tanah(ph) yang antara 0-14, ph 6-7 tanah netral, untuk ph 4 kebawah tanah asam, sedangkan ph 9 keatas (kekurangan fe) disebut bassa/ pengendapan persenyawaan besi.

B. Bahan Organik tanah ;Adalah fraksi yg berasal dari organisme hidup yang mengalami pelapukan, pembusukan. Sedangkan sampah yg membusuk sebagian disebut duff yang bercampur dengan miselium cendawan. Lapisan atas dalam fraksi organic disebut humus, bahan organic penting dalam menyimpan air, bahan organic sebagai busa: dapat menyerap sejumlah besar air dibanding beratnya, sumber unsur mineral yang telah terurai, oleh cendawan, bakteri, dan organism lain denagn membentuk karbondioksida dan air mineral (mineralisasi), bahan organic membantu mempertahankan Struktur tanah, menurut dasar tipenya ada dua tipe tanah:

tanah mineral ; tersusun dari zat-zat anorganik dan sejumplah bahan organic yang sedang membusuk dalam  jumlahyang berbeda.

Tanah organic ; dibentuk dari bahan bahan tanaman yang membusuk sebagian pada keadaan berawa-rawa,(conth tanah gambut).

 Linkaran kimia(chemical cyling) terdiri dari:

 a). absorsi mineral lewat akar dan penggabunngan kimia oleh tanaman.

b). kematian tanaman dan bagianya

c). dekomposisi bahan tanaman dan pelepasan mineral kedalam tanah.

C. Organisme tanah ; Memegang peranan dalam perkembangan tanah, yaitu suatu variasi luas kehidupan tanaman dan hewan, berat total organisme tanah dibagaian tanah yg subur (± 30 cm) mencapai 6.000 kg/ha, kira kira berat tanah yg ditinggali. Diantaranya( bakteri, tanah, jamur patogenk/berguna, cacing, semut, dll.

D. Atmosfer Tanah/udara/oksigen ;Berada dlm pori-pori yg tidak terisi air , kelembapan dari atmosfer tanah mendekati 100%., Oksigen digunakan dalam respirasi yg dilakukan oleh akar dan mikro organisme dan tidak dapat digantikan segera, bila air yg banyak dalam tanah maka oksigen akan terdesak keluar, varabilitas atmosfer tergantung bahan organik dan organisme tanah dan terpengaruh oleh musim.

E. Air tanah : Fluktuasi air yg terdapat dalam tanah berpengaruh terhadap kondisi lingkungan, jika air tanahnya dangkal maka keadaan di atasnya lembab dan jika air tanahnya dalam maka keadaan di atasnya gersang (kering/tandus)

  

1.2 Klaasikasi Tanah

Pengggolongan tanah berdasarkan perbedaan iklim yg mempengaruhi pembentukanya, didaerah lembab dikenal 3 golongan luas :

a. tanah tundra, tanah terdiri dari lapisan gelap yang kaya akan meteri organik dan lapisan kaya mineral yang menutupi permafrost.yaitu tanah bawah atau endapan permukaan dimana suhu berada di bawah titik beku sepanjang waktu (dari 2-10 ribu tahun)

b. Podsolid,( dari bahasa rusia: abu dibawah yg menunjukan warna lapisan horizon) ; mempunyai timbunan sampah dan humus yang dalam, masam, lapisan oksida aluminium dan besi tercuci/terkikis, sedangkan organisme yang ada; cendawan, dan tanah ini merupakan tanah yg berpotensi untuk pertanian tapi mudah rusak bila cara bertanamnya kurang baik.

c. Laterik(bhs latin:bata/digunakan untuk bangunan) : memiliki timbunan sampah dan humus yg dangkal, tanah netral, terdapat lapisan oksida aluminium dan besi diatasnya , organisme utama bakteri, dan biasanya tedapat tanah hujan tropic, dgn cirri pelapukan kimia yg intensif.

  

 

 

1.3 Kesuburan Tanah

Kesuburan tanah berhungan dengan komposisi kimia dan mineral an organic primer dan yg paling penting adalah tingkatan hara yg tersedia bg tanaman.diantaranaya kelarutan zat hara, ph tanah, kapasitas pertukaran kation, tekstur tanah, dan bahn organic yg ada. (lampiran gambar 4)

a. N(nitrogen) ;

Yang paling dominan dalam pertumbuhn tanaman, yg tersedia dlm tanah berbentuk ion-ion nitrat(NO3) dan ammonium(NH4). Perubahan dari senyawa N yg tersedia membentuk lintasan yang terdiri dari unsur protein dan sebaliknya. Yang sebagian besar peristiwa biologi yang disebut fiksasi N : perubahan bentuk N udara menjadi bentuk yg tersedia bagi tanaman dengan bantuan bakteri yng bersifat simbiotik yang dapat mengubah N udara ke bentuk N-terikat yang terdapat dalam akar tanaman kacang kacangan.(bintil akar), bakteri yang terlibat dalam nitrifikasi( bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah) bersifat autotropik aerobic; tidak memerlukan makanan organik tapi oksigen jadi sangat dipengaruhi oleh aerasi tanah, suhu dan kelembapan tanah. Sedangkan proses kehilangan aerasi dan pelepasan nitrogen dari tanah kemabali ke N udara dsebut proses anaerobik, nitrogen yg tersedia tergantung pada kandungan bahan organic dan aktifnya jasad renik dari tanah.

b. Phospat(P) :

Sifat lebih stabil dalam tanah, tersedia dalam tanah kurang dibanding N yang terikat dengn kalsium, magnesium, besi dan aluminium, terdapat pada tanah dengan PH rendah(2-5) terikat pada aluminium dan besi, pada ph tinggi(7-10) menjadi terikat pada kalsium, dalam ph 5-7 sangat tersedia pada tanaman. p dalam tanah sedikit maka kehilangan P sedikit juga.

c. Kalium(c) :

Sebagi ion yg dapat bertukar dengan koloit tanah, kalium sangat banyak dalam tanah namun kelarutanya rendah dibanding yg lain, cenderung sedikit pada tanah organik.

d. Kalsium(Ca) :

Mempunyai pengaruh banyak pada aktivitas mokroba tanah, PH, dan absorsi dari ion lain, berada dalam tanah dalam bentuk terlarut dalam air sebagi kation yg dapat dipertukarkan dan kombinasi dengan persenyawaan organik.

e. Magnesium(Mg) :

Diabsorbsi sebagai ion, dalam tanah berbentuk yang terlarut dan sebagi kation yg dapat dipertukarkan, dalam tanah pasir yg masam, daerah lembab keberadaanya kurang.

f. Sulfur(S) ;

Dalam tanah tidak besar jumplahnya, terus menerus tercuci, tetapi selalu ada pengembalian kedalam tanah.biasanya S ditambahkan bersama persenyawaan seperti superpospat.

g. Mangan(Ma);

Tersedia dalam tanah berbentuk ion, namun dalam tanah alkalis(organic tinggi) dan dalam keadaan aerobik ( mangan dioksidasi(MnO -----Mn O2) jadi Mn ++ ke Mn ++++ ) yg menyebabkan tidak tersedia. Keasaman tanah dan dalam keadaan anaerobik bisa menyebabkan tanah keracunan mangan.

h. Boro(B), seng(Zn), tembaga(Cu), molybdenum(Mo)

Diperlukan dalam jumplah sedikit oleh tanaman.

1.4 Hubungan Air – Tanaman- Tanah

Air merupakan bagian dari sel, jumplah bervariasi tergantung jarinagn, contoh : 3% pada kulit kacang, 40% pada kayu dorman, dan 90% pd buah yg sukulen(semangaka), air sabagai :

a. pelarut dari sel,

b. medium penggankutan dalam tanah,

c. mempertahankan tugor,

d.diperlukan sebagai hara pmbentukan senyawa baru( sepertiga dri karbohidrat dan protein yg disenyawakan secara kimia) ,

Kurang air menyebabkan :

a. terhentinya pertumbuhan

b. menyebabkan difisensi perubahan terus menrus pd tumbuhan irreversible (/proses perancanagn yg tidak bisa dibalik)), dan mengakibatkan kematian,

c. digunakan tanaman saat tranpirasi,

Kehilangan air akibat sampingan dari fiksasi(tersemat) karbon, (teradsorpsi terikat secara kuat sehingga tidak dapat dilepaskan kembali oleh reaksi pertukaran),kehilanag air saat transpirasi oleh tanaman sebagai pertukaran dengan karbon sangat penting bagi pertumbuhan. Tanaman yg dalam masa pertumbuhan memerlukan air banyak dan melebihi jumplah yg terdapat dlm tanamn itu sendiri, kehilangan air tergantung pd suhu, kelembapan relatif, dan gerakan udara. Matahai mempengaruhi / membantu dalam energi mengubah air dalam bentuk selaput ke bentuk uap, sehinnga dimanfaatkan oleh tanaman. Kebutuhan air dari tanaman dinyatakan sebagai jumplah satuan air yg diisap persatuan berat kering yg dibentuk.

1.5 Kelembapan Tanah

untuk menggambarkan jumlah uap air yang wujud dalam campuran gas bagi udara dan air, Kapasitas lapang(field capasiti) : jumpalah air maksimum yg tertinggal sehabis permukaan dikuras dan sehabis air yg keluar dari tanah akibat gaya berat, kekurangan air pada tanaman yang tidak tidak dapat dibalik / walaupun udah disiram tp tetap mati : titik layu permanen . air yang teringgal dlm tanah yang tidak tersedia bagi tanaman disebut air hidroskopik dan air yg terikat secara kimia, yg dipegang erat-erat oleh tanah dalam selaput setipis atom. Air tesedia(bs diserap tanaman) adalah tingkatan air yg berada antara titik layu permanen dan kapasitas lapang( air kapiler) , total jumpalh air yg tersedia bg tanamna tergantung pada beberapa faktor diantaranya: Tipe dan kedalamn perakaran tanman, laju kehilangan air oleh penguapan/tranpirasi, suhu, dan laju penambahan air tambahan, makin sedikit air dlm tanah makin erat air dipegang dengan ukuran tekanan atmosfer/oksigen. Pd titiklayu permanen air dipegang dgn kekuatan kira2 15 atmosfer. Kecepatan ektstraksi air dr suatu tanah merupakan fungsi dari konsentrasi akar, yg berkurang menurut kedalaman akar.

1.6 Gerakan Air

Perkolasi yairu gerakan air melaui tnh berhubungan dgn jumlh air yg ada, kecepatan air tergantung pd tekstur tanah. cnth tnh liat berat pori lebih kecil dan berliku maka air lambat bergerak disbanding tnah pasir atau lempung, infiltrasi adalah gerakan air masuk kedalm tanah. Kenaikan keatas dr air kapiler dr permukaan air tanah adalah suatu factor dlm pengisisn kembali oleh tanaman dr air yng hilan dan duapkan dr tanah. Penguapan ini terbatas pd bagian atas dr tanah, karena akan memerluka banyak tekanan untuk menarik air tsb yg trgantung pad tinggi kolom air, untuk tanamn berakar dangkal dipastikan pd musim kemarau akan kekurangan air.

  

2. FAKTOR SUHU

 

Suhu menentukan laju difusi dr gas dan zat cair dlm tanaman, bila suhu turun maka viskositas aiar naik, begitu juga untuk gas-gas , energy kinetic, dari kaorbondioksida, oksigen dan zat lainberubah sesuai degan perubahan suhu.

Mempengaruhi kelarutan Zat. , contoh, karbon dioksida dlm air dingin cepat larut dua kalilipat disbanding air panas, gula lebih cepat larut dlm air panas dbanding air dingin.

Menpengaruhi kecepatan reaksi ; mempunyai efek penting pd respirasi,Menjaga keseimbangan system dan persenyawaan , missal antra gula, hati dan lemak berubah bila suhu berubah., contoh; pada musism gugur gula berkurang tapi pati dan lemak meningkat, musim terjadi perubahn dari pati dan lemak kegula yg akn di salurkan ke bagian-bagian tanaman yang tumbuh aktif.

 

Mempengaruhi reaksi biokimia dan fisiologi tanaman : menentukan tingkatan perbagai tugas tanaman seperti absorsi mineral dan air., fotosintesis lambat pada suhu rendahakibatnya laju pertumbuhan tanman lambat , juga mempengaruhi aliran stoplasma dlm sel.

Suhu maksimum untuk pertumbuhan tanamn antara 5-350c.hal lain yg mempunyai hubungan dengan suhu daiantaranya respirasi, fotosintesies, pendewasaan dan pematangan tanaman, dormansi, pembungaan, dan pembentukan buah. Sedangkan yang disebut suhu kardinal adalah suhu dimana perubahan kecepatan proses-proses yang berlngsung , adalah kritikal bagi survival pertunbuhan atau daya membiak dari tanaman.

3. FAKTOR CAHAYA

Cahaya akan membantu dlam dalam pembentukan hijau daun yg bertalian dengan pembentukan klorofil, dan perangsangan fotosintesis dan mendapatkan struturnya yg normal,., wujud marfologi dari tanaman yang kekrangan cahaya disebut etilogi dan dihubungkan dengan pengaruh cahaya pada distribusi dan sintesis auksin. Kaeadaan cahaya yg dingin menguntungkan pengubahan pati ke gula, yg selanjutnya menjadi tersedia untuk sintesis pigmen merah yaitu antosianin, diwaktu malam dingin klorofil diuraikan, pigmen karoteroid kuning yang stabillebih Nampak, yang mengakibatkan perubahan warna daun musim gugur.

3.1 Mutu dan jumlah cahaya

Pertumbuhan optimum bila seluruh kisaran spectrum cahaya Nampak(yaitu cahaya putih matahari) yg diberiakan.energi cahaya yg diuraikan (partikel) disebut photons(quanta), berbanding terbalik dgn panjang gelombang.,kuantitas cahaya/intensitas cahaya ditunjukan oleh konsentrasi gelombang cahaya , dinyatakan dengan energy listrik(watt) tiapa satuan luas atau dengan teranganya(footcandle), footcandle/ pengukuran terang adalah intensitas penyinaran berdasarkan kepekaan manusia, sehingga energy sama panjang gelombang 5550 Ao. akan memiliki angka footcandle lebih tinggi dari pada panjang gelombang 6500 Ao. (lampiran table 1)

 3.2 Cahaya dan Potosintesis

Laju potositesa berbanding lurus dengan intensitas cahaya sampai kira 1.200 footcandle, klorofil hanya dapat menggunakan sebagian saja energi cahay secara efisien pad hari hari yang cerah yang dapat mencapai lebih dari 10.000 footcandle, namun akan beda bila adanya naungan, potosintesis berhubungan dengan ketersediaan bahan mentah yaitu air dan karbondioksida dan energy yg tersedia dalam bentuk cahaya dan panas yg tesedia, namun beberapa tanaman hanya sepersepuluh membutuhkan cahaya matahari penuh, perbedaan dalam kebutuhan cahaya mengakibatkan adanya klasifikasi : kedalam tanaman cahaya terbuka dan tanaman naungan( tanaman lindung), tanaman yang membutuhkan cahaya penuh untuk survivbalnya disebut heliofit( tanaman cahaya), beberapa tindakan budi daya yang menyangkut factor cahaya:

 

a. pengaturan tanaman, dan jaraknya system ganda(multi cropping)

b. pengaturan”etage-bauw” dipekarangan,

c. penggunaaan naungan, dan pohon pelindung

d. penambahan cahaya,          

 

Dari cahaya yang diterima hanya 1 % yg dipakai untuk fotositesa, siasanya dipantulkan, dipancarkan kembali diubah kedalam panas digunakan untuk transpirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar