Selasa, 27 November 2012

SISTEM PERTANIAN


KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat, karunia dan inayahnya, Makalah Dasar-Dasar Agronomi yang kami buat dapat diselesaikan dengan baik.
Sebagai salah satu ilmu yang mempelajari tentang Pertanian, Agronomi berperan memberikan pengetahuan dalam aspek-aspek budidaya tanaman. Tidak hanya memberikan pengetahuan teknik bercocok tanam, akan tetapi juga diarahkan pada pengairan segi produksi pertanian dengan kebudayaan dan perkembangan ekonomi masyarakat atau Negara.
Maksud dan tujuan penulisan Makalah Dasar-Dasar Agronomi ini adalah seyogianya kita bisa memahami tentang peranan Agronomi secara umum dan permasalahan Agronomi secara menyeluruh, sehingga tujuan pembelajaran bidang Agronomi dalam implikasi/penerapan di masyarakat, pemerintahan dan dunia usaha dapat kita pahami bersama.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa didalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, karenanya kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak sangat kami harapkan.
Akhir kata , kami  mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah membaca Makalah Dasar-Dasar Agronomi yang kami buat. Semoga Makalah Dasar-Dasar Agronomi yang kami buat dapat bermanfaat dan dipelajari atau dipahami .


Jambi, 4 Oktober 2011
Penyusun
                                                                                                                                                                                                                                                                        1
DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………………………………….....…1
Daftar Isi………………………………………………………………………...…2
I.             Pendahuluan…….……………………………………………………...….3-6
II.          Isi……………………………….………………………………………...7-10
III.       Penutup………………………….……………………………………...11-13
Daftar Pustaka……………………………..…………………………………..…14
Soal-Soal………………...................................................................................15-16
Jawaban………………………………………………………………………..…17
                                                                                                                                   

2
I.                   PENDAHULUAN

Tanaman Pertanian
Terdapat spektrum luas untuk penggunaan tanaman. Yang paling nyata adalah untuk dukungan hidup manusia. Semua pangan manusia diberi tanaman baik langsung maupun tak langsung sebagai pangan hewan. Tanaman juga digunakan sebagai sumber kerangka bangunan, sebagai bahan mentah dalam pembuatan sandang dan kertas dan bahan sintetik seperti plastik dan rayon. Telah lama kita tergantung pada persenyawaan kompleks yang dihasilkan tanaman: zat pewarna, tanin, lilin/malam, resin, bumbu, obat-obatan dan jamu.
Tanaman hidup, di samping memiliki pengaruh langsung pada manusia secara ekologi, digunakan untuk mengatur erosi akibat air dan angin, untuk memberi perangkat tempat rekreasi dan olahraga, sebagai bahan pertamanan, dan untuk memuaskan keinginan manusia pada benda-benda indah.
Produksi tanaman, yaitu pengelolaan tanaman yang bermanfaat, merupakan sokoguru kebudayaan kita. Ilmu agronomi merupakan ilmu yang mempelajari cara pengelolaan tanaman pertanian dan lingkungannya untuk memperoleh Produksi Maksimum.
Istilah tanaman pertanian (crop plant) dalam arti luas adalah segala tanaman yang digunakan manusia untuk tujuan apapun. Dalam arti terbatas, tapi yang lebih umum, tanaman pertanian merupakan tanaman-tanaman yang berfaedah yang secara ekonomi cocok dengan rencana kerja dan eksistensi manusia. Tanaman pertanian merupakan tanaman-tanaman yang dikelola sampai tingkat tertentu; dan juga merupakan pemanenan secara sistematik dari suatu tanaman seperti karet di Sumatra dan Kalimantan, cengkeh di Ambon, serta merupakan pembudidayaan secara buatan dalam rumah kaca pada seluruh kehidupannya, misalnya produksi buah anggur, tomat, anggrek di rumah kaca.



                                                                                                                                   
3
Jalan sejarah telah berubah dan akan berubah terus hanya oleh beberapa tanaman dari tanaman dunia. Manusia telah bergulat untuk mendapatkannya dan untuk membudidayakannya. Tanaman pertanian merupakan tanaman dari legenda dan sastra, dari kidung dan sesaji.

Perkembangan Pertanian
Perkembangan setiap masyarakat secara sinambung bersendi pada ketersediaan suatu sumber pangan yang cukup. Pada masyarakat primitif yang bersendi pada pengumpulan pangan atau perburuan, setiap individu harus terlibat secara total dengan urgensi kepastian sumber pangan. Keberlimpahan hanyalah bersifat sementara dan merupakan kekecualian. Pemecahan masalah ini terjadi dengan penciptaan suatu rentetan teknologi yang berhubungan dan kompleks, mencakup hubungan intim antara tanaman-tanaman pertanian dan ternak yaitu perkembangan pertanian.
Pertanian secara relatif merupakan inovasi yang belum lama berselang bila dibanding dengan sejarah manusia, karena manusia semula dalam masa yang lama hanya bertindak sebagai pengumpul makanan. Di dunia, pertanian nampaknya berkembang secara sendiri-sendiri, pada waktu yang jauh terpisah pada beberapa tempat berlainan.
Perkembangan pertanian secara lambat laun membawa keberuntungan dan surplus pangan yang meyakinkan. Keadaan surplus demikian dapat membebaskan beberapa orang yang terampil dengan keahlian lain dari tugas memproduksi pangan. Perkembangan keahlian baru hanyalah mungkin bila kenaikan keefisienan pertanian mengizinkan penggunaan waktu-waktu senggang yang baru diperoleh. Hingga kini, keadaan ini masih berlaku. Hasil akhir pada kenaikan taraf hidup ditandai dari hal-hal yang dulu dianggap sebagai suatu kemewahan yang akhirnya telah menjadi kebutuhan sehari-hari.



                                                                                                                                    4
Asal-usul kebudayaan dapat ditelusur pada penemuan bahwa persediaan pangan berlebihan dapat tercapai dengan penanaman biji atau bagian-bagian tanaman. Tanaman-tanaman yang cepat tumbuh dan menghasilkan dalam semusim mungkin merupakan tanaman yang diusahakan mula-mula. Teknologi yang menyangkut budidaya tanaman berumur panjang seperti pohon buah-buahan, memakan waktu dan menuntut tingkatan teknologi lebih tinggi; karenanya pada masa itu buah-buahan hanya dipanen dari tanaman liar.
Secara praktis, setiap tanaman kita sekarang telah dikembangkan pada zaman prasejarah. Ini tercapai dengan dua cara yang berbeda, yaitu:
1.      Penjinakan (domestication), artinya dengan membawa beberapa spesies liar ke dalam budidaya atau pengelolaannya.
2.      Seleksi (selection), artinya penangkaran yang berbeda-beda dari spesies tersebut.
Manusia primitif menunjukkan kecerdikan luar biasa pada proses penjinakan tanaman liar dan persiapan pangannya. Misalnya tanaman singkong yang mengandung racun yang dapat mematikan (asam sianida, HCN) : telah lama sekali diketahui bahwa racun dapat dihilangkan dengan proses pemasakan. Ini merupakan suatu teknik yang tak mudah diketahui dengan begitu saja.
Seleksi kadang-kadang mengakibatkan terciptanya suatu tipe baru dan untuk banyak tanaman sangat efektif. Dari tanaman kita dewasa ini kebanyakan sangat berbeda nyata dengan nenek moyangnya yang masih liar, dan banyak yang telah sangat berubah sehingga garis-garis turunannya telah kabur. Manusia-manusia purba merupakan pemulia tanaman (plant breeder) yang efektif, walaupun tanpa pengetahuan genetika sedikit pun.
Tanaman pertanian telah menyertai manusia dalam pengembaraan dan migrasinya. Introduksi spesies baru kepada habitatnya yang baru, merupakan salah satu wajah penting dalam perkembangan pertanian.
Kebudayaan terletak pada penemuan-penemuan oleh orang-orang yang dilupakan sejarah. Tidaklah diketahui secara tepat di manakah suatu tanaman pertama dibudidayakan.

                                                                                                                        5
Asia Tenggara, dengan geografinya yang beraneka ragam yang mengakibatkan diversifikasi vegetasi, dengan iklim yang lembut, dan kemampuan untuk mendukung populasi yang stabil dengan ekonomi dari perburuan dan penangkapan ikan, telah diduga merupakan lokasi yang layak sebagai tempat lahirnya pertanian primitif. Daerah ini teristimewa kaya akan tanaman-tanaman yang membiak secara vegetatif; kemungkinan penanaman-penanaman bagian vegetatif mendahului penanaman biji. Asal-usul pertanian primitif mungkin pada beberapa tempat di dunia secara tersendiri dan berkembang lewat penyebaran dan penyimpangan bentuk-bentuk tanaman baru pada lingkungan baru. Ketika pertanian pindah ke daerah iklim lebih dahsyat, penanaman dengan biji merupakan teknik yang dominan, menggantikan penanaman secara vegetatif.
Ketika pertanian datang pada Dunia Lama (Asia, Afrika dan Eropa), gerakan mengarah ke lembah sungai, dimana dua bahaya kembar yaitu kekeringan dan kebanjiran harus diatasi. Perubahan-perubahan raksasa dipercepat dengan inovasi yang diperlukan untuk irigasi dan budidaya tanaman serealia. Teknologi baru menambah kebutuhan akan tingkatan sosial yang lebih tinggi; karya-karya besar dibutuhkan untuk membuat sungai menjadi berfaedah bukannya menjadi ancaman pada manusia. Keberhasilan teknologi ini dapat diukur dari populasi yang didukungnya yang selalu meningkat.











                                                                                                                                    6
II.                ISI
Zaman kuno, Mesopotamia yang merupakan buaian kebudayaan mempengaruhi situasi pertanian kuno. Ekonomi kota yang pertama berkembang di sana dilandaskan pada teknologi pertanian yang berkiblat pada kuil-kuil, imam, lumbung dan juru tulis-juru tulis.
Penciptaan surplus sosial menyebabkan terjadinya lembaga ekonomi berdasar peperangan dan perbudakan. Administrasi untuk surplus yang harus disimpan mendesak kebutuhan sistem akuntansi. Kebudayaan Mesopotamia bertahan untuk beribu tahun di bawah banyak pemerintahan yang berbeda. Pengaruhnya, walaupun sukar didefinisikan secara tepat, memancar ke Siria dan Mesir dan barangkali juga ke India dan Cina.
Tulang punggung pertanian terdiri dari tanaman-tanaman yang sekarang masih penting untuk persediaan pangan dunia: gandum dan barlai, kurma dan ara, zaitun dan anggur. Kebudayaan kuno dari Mesopotamia, Sumeria, Babilonia, Asiria, Chaldea mengembangkan pertanian yang bertambah kompleks dan terintegrasi. Reruntuhan menunjukkan sisa teras-teras, taman-taman dan kebun-kebun yang beririgasi.
Pengetahuan tentang pertanian kuno dimana pun tidak lebih banyak dari di Mesir, dimana pasir yang bertiup dari gurun memelihara data dan catatan dari zaman yang menakjubkan.
Kebudayaan Mesir jaya, yang berpengaruh pada kebudayaan-kebudayaan Barat sekarang, adalah makmur dalam keberlimpahan pertanian yang dimungkinkan oleh kebanjiran Sungai Nil yang menyuburkan tanah kembali. Orang Mesir adalah ahli dalam mengembangkan teknik drainase dan irigasi. Drainase, yaitu pembuangan kelebihan air, merupakan tuntutan di daerah seperti lembah Nil; hal ini meminta pengembangan lereng-lereng tanah dan pembuatan sistem pengangkutan serta saluran air yang efisien. Irigasi yaitu pemberian air pada tanaman secara buatan, menyangkut penadahan, pengantaran dan pemberian air. Masalah drainase dan irigasi saling menjalin; pemecahannya oleh orang Mesir dengan membangun serentetan parit untuk menyimpan air dan saluran yang melayani kedua tujuan tersebut.
                                                7
Orang Mesir mengembangkan teknik menaikkan air, yang masih dipakai sekarang. Penemuan yang utama adalah shaduf, yang memungkinkan menaikkan 2.250 liter air setinggi 1,8 m tiap hari kerja pria.
Kebudayaan Mesir bertahan selama 35 abad, dan kemudian pelaut-pelaut Phoenicia meneruskan warisan teknologi Mesopotamia dan Mesir ke kepulauan Yunani yang sedang muncul.
Yunani. Walaupun orang-orang Yunani hanya sedikit menambah kemahiran praktek, sikap analitik dan keingintahuannya terhadap alam benda memberi pengaruh besar pada kemajuan teknologi di masa datang. Ilmu Botani berasal dari pikiran Yunani zaman itu. Dua buah tulisan terkenal, History of Plants dan Causes of Plants dari Theophratus murid Aristoteles, mempengaruhi Ilmu Botani hingga abad 17. Dia dipandang sebagai Bapak Ilmu Botani. Tulisan tersebut mencakup judul-judul yang beraneka ragam seperti morfologi, klasifikasi, pembiakan dengan biji dan secara vegetatif, geografi tumbuhan, kehutanan, hortikultur, parmakologi, hama dan bau serta rasa tanaman. Diperbincangkan sebanyak 500 tanaman liar dan tanaman pertanian. Dia membedakan Angiospermae dan Gymnospermae, Monokotil dan Dikotil, membahas pembentukan lingkaran tahun dan cara-cara mengumpulkan damar (resins) dan ter. Bahkan membahas penyerbukan pohon kurma betina dengan bunga-bunga dari pohon jantan yang tak berbuah.
Kebudayaan Yunani diserap oleh bangsa baru ke barat. Kekaisaran Romawi, berbeda dengan Yunani, dibangun dari dasar sumber alam yang kokoh kuat. Kebalikan bangsa Yunani, bangsa Romawi sangat tertarik pada aspek praktis dari pertanian. Pertanian merupakan bagian penting dari ekonomi dan urusan yang sungguh-sungguh. Sumber penghasilan utama dari Romawi adalah pajak tanah; perundang-undangannya yang paling penting berurusan dengan rencana agrarian; kekayaan besar di investasikan pada tanah pertanian. Romawi tumbuh ke kejayaan pada landasan teknologi pertanian yang sehat dan berfungsi. Sewaktu mereka menaklukkan, mereka membangun suatu kebudayaan yang asalnya Yunani tetapi pelaksanaannya secara Romawi.

                                    8
Abad pertengahan. Dengan runtuhnya Romawi dan Negara Barat, kemahiran teknologi merambat ke Timur Dekat dan Timur Jauh. Antara tahun 500-1500, Dunia yang menyumbangkan hasil-hasil budidaya. Timbulnya Kebudayaan Islam sesudah tahun 700 menggantikan kebudayaan kuno dan juga jadi pemeliharaannya. Dunia Timur berada pada puncak kekayaan pada saat Eropa Barat berada dalam kemerosotan. Pada saat itu, tak ada kemajuan teknologi; di Dunia Barat seni pertanian bertahan di kebun-kebun biara. Berkebun merupakan bagian integral dari kehidupan biara, yang dapat mendatangkan pangan, anggur, hiasan-hiasan dan obat-obatan.
Dunia Baru (Benua Amerika, nantinya juga Australia). Penemuan Dunia Baru menimbulkan harapan-harapan besar di Eropa seperti kekayaan dalam emas, rempah-rempah dan bahan pangan baru, suatu harapan yang terpenuhi segala-galanya. Bahan-bahan pangan ditemui dalam bentuk tanaman asing dan istimewa: jagung, kentang, tomat, ubi jalar, labu, kacang tanah, buncis, alpokat, jambu mete, nenas, coklat, panili, cabai, kina, coca, karet dan tembakau.
Pada abad pertama pembentukan rumah rumbia mengelompok di kampung menunjang upacara-ibadah; penduduk merupakan petani penuh yang telah menggunakan irigasi. Terjadi penjinakkan tanaman baru, termasuk tomat, kacang tanah, buncis lima, dan jambu biji. Pertanian berkembang terus hingga masa penaklukan oleh Spanyol.
     
Sistem Pertanian di Indonesia
Sistem ladang merupakan sistem pertanian yang paling primitif. Suatu sistem peralihan dari tahap budaya pengumpul ke tahap budaya penanam. Pengolahan tanahnya sangat minimum, produktivitas bergantung kepada ketersediaan lapisan humus yang ada, yang terjadi karena sistem hutan. Sistem ini pada umumnya terdapat di daerah yang berpenduduk sedikit dengan ketersediaan lahan tak terbatas. Tanaman yang diusahakan umumnya tanaman pangan, seperti padi darat, jagung, atau umbi-umbian.


                                                9
Sistem tegal pekarangan berkembang di lahan-lahan kering, yang jauh dari sumber-sumber air yang cukup. Sistem ini diusahakan orang setelah mereka menetap lama di wilayah itu, walaupun demikian tingkatan pengusahaannya rendah. Pengelolaan tegal pada umumnya jarang menggunakan tenaga yang intensif, jarang ada yang menggunakan tenaga hewan. Tanaman-tanaman yang diusahakan terutama tanaman-tanaman yang tahan kekeringan dan pohon-pohonan.
Sistem sawah merupakan teknik budidaya yang tinggi, terutama dalam pengolahan tanah dan pengelolaan air, sehingga tercapai stabilitas biologi yang tinggi, sehingga kesuburan tanah dapat dipertahankan. Ini dicapai dengan sistem pengairan yang sinambung dan drainase yang baik. Sistem sawah merupakan potensi besar untuk produksi pangan, baik padi maupun palawija. Di beberapa daerah, pertanian  tebu dan tembakau menggunakan sistem sawah.
Sistem perkebunan baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar (estate) yang dulu milik swasta asing dan sekarang kebanyakan perusahaan negara, berkembang karena kebutuhan tanaman ekspor. Dimulai dengan bahan-bahan ekspor seperti karet, kopi, teh dan coklat yang merupakan hasil utama, sampai sekarang sistem perkebunan berkembang dengan manajemen yang industri pertanian.








                                                                                                                                   


10

III.             PENUTUP
Pertanian Berkelanjutan
Definisi komprehensif bagi pertanian berkelanjutan meliputi komponen-komponen fisik, biologi dan sosioekonomi, yang direpresentasikan dengan sistem pertanian yang melaksanakan pengurangan input bahan-bahan kimia dibandingkan pada sistem pertanian tradisional, erosi tanah terkendali, dan pengendalian gulma, memiliki efisiensi kegiatan pertanian (on-farm) dan bahan-bahan input maksimum, pemeliharaan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi tanaman, dan penggunaan dasar-dasar biologi pada pelaksanaan pertanian.
Salah satu pendekatan pertanian berkelanjutan adalah input minimal (low input) secara khusus ditulis oleh Franklin H. King dalam bukunya Farmers of Forty Centuries. King membandingkan penggunaan input minimal dan pendekatan berkelanjutan pada pertanian daratan Timur (oriental) dengan apa yang dia lihat sebagai kesalahan metoda yang digunakan petani Amerika. Gagasan King adalah bahwa sistem pertanian memiliki kapasitas internal yang besar untuk melakukan regenerasi dengan menggunakan sumberdaya-sumberdaya internal.
Baru-baru ini, Undang-undang Produktivitas Pertanian Amerika, yang merupakan bagian dari Undang-undang Keamanan Pangan 1985, menyediakan kewenangan untuk melaksanakan program riset dan pendidikan pada sistem pertanian alternatif -yang kemudian dikenal sebagai pertanian berkelanjutan dengan input minimal (Low Input Sustainable Agriculture (LISA)). Pada bulan Desember 1987, Kongres Amerika menyetujui US $ 3,9 juta untuk memulai pekerjaan tersebut atas dasar undang-undang Keamanan Pangan. Undang-undang tersebut memberikan mandat untuk melakukan investigasi ilmiah pada a) peningkatan produktivitas pertanian, b) produktivitas lahan sentra produksi, c) mengurangi erosi tanah, kehilangan air dan nutrisi, dan d) melakukan konservasi sumberdaya natural dan energi.
11
Petani Amerika saat ini sedang mencari sumberdaya yang efisien, biaya lebih rendah, dan sistem-sistem produksi yang lebih menguntungkan. Siapapun yang bergerak di bidang pertanian seharusnya berbagi kepedulian yang lebih luas pada masyarakat dalam mendukung lingkungan yang bersih dan nyaman. Selama sepuluh tahun terakhir, telah terjadi paradigma yang mengangkat masyarakat pertanian dari kondisi yang mengharuskan produktivitas lebih tinggi menuju suatu kondisi masyarakat yang peduli pada keberlanjutan. Hal ini dirasakan sebagai suatu kesalahan bahwa produktivitas yang tinggi dari kegiatan pertanian konvensional telah menimbulkan biaya kerusakan yang cukup siginifikan terhadap lingkungan alam dan disrupsi masalah sosial.
Dalam usaha mengalihkan konsekuensi-konsekuensi negatif pertanian konvensional, beberapa format sistem pertanian berkelanjutan yang berbeda telah direkomendasikan sebagai alternatif-alternatif untuk mencapai tujuan sistem produksi pertanian yang dapat menguntungkan secara ekonomi dan aman secara lingkungan. Kepentingan dalam sistem pertanian alternatif ini sering dimotivasi dengan suatu keinginan untuk menurunkan tingkat kesehatan lingkungan dan kerusakan lingkungan dan sebuah komitmen terhadap manajemen sumberdaya alam yang berkeadilan. Tetapi kriteria yang paling penting untuk kebanyakan petani dalam mempertimbangkan suatu perubahan usaha tani adalah keingingan memperoleh hasil yang layak secara ekonomi. Adopsi terhadap metode pertanian alternatif yang lebih lebar ini membutuhkan bahwa metode tersebut sedikitnya sama kualitasnya dalam memperoleh keuntungan dengan metode konvensional atau memiliki keuntungan-keuntungan non-keuangan yang signifikan, seperti sebagai usaha menjaga penurunan kualitas sumberdaya air dan tanah secara cepat.
Riset dan pendidikan bergerak terbatas diantara para peneliti atau mahasiswa. Sebagaimana seorang mahasiswa menjadi lebih baik diberikan pendidikan mengenai pengetahuan praktis pertanian berkelanjutan, lebih memiliki minat dan dana akan ditingkatkan untuk mendukung riset selanjutnya.

                                                                                                                        12
Jaminan peneliti dan ketersediaan dana penelitian ini akan lebih memberikan harapan untuk meningkatkan minat pada pendidikan yang memandu riset selanjutnya secara umum. Pooling pendapat yang dilakukan mahasiswa di sejumlah fakultas seluruh Amerika menunjukkan ketertarikan pada pertanian berkelanjutan. Kebanyakan mereka mempertanyakan masalah-masalah pertanian berkelanjutan sebagai sebuah pemikiran yang tidak dapat diadopsi dalam program agroekologi. Mereka memberikan komentar bahwa penurunan dampak lingkungan akibat usaha pertanian berkelanjutan sebagai sebuah keuntungan yang besar dari meninggalkan usaha pertanian konvensional. Lebih banyak riset yang dilakukan pada pertanian berkelanjutan ini, program-program pendidikan yang lebih baik akan dapat dilaksanakan di wilayah ini.
Ketika perubahan dari kegiatan pertanian konvensional ke pertanian berkelanjutan dilaksanakan, perubahan sosial dan struktur ekonomi juga akan terjadi. Pada saat input menurun, terdapat hubungan yang menurun pula pada hubungan kerja terhadap mereka yang selama ini terlibat dan mendapatkan manfaat dari pertanian konvensional. Hasilnya adalah terdapat banyak kemungkinan yang dapat ditemukan yaitu meningkatnya kualitas hidup, dan peningkatan kegiatan pertanian mereka. Dalam mengadopsi input minimal (low input) sistem-sistem berkelanjutan dapat menunjukkan penurunan potensial fungsi-fungsi eksternal atau konsekuensi-konsekuensi negatif dari jebakan sosial pada masyarakat. Petani sering terperangkap dalam perangkap sosial tersebut sebab insentif-insentif yang mereka terima dari kegiatan produksi saat ini.







                                    13
DAFTAR PUSTAKA
Harjadi, M.M Sri Setyati. 1978. Pengantar Agronomi. PT. Gramedia: Jakarta Pusat.
www. Google. com




















14
Soal - Soal:

1.      Cara yang dikembangkan pada zaman prasejarah dengan membawa beberapa spesies liar ke dalam budidaya atau pengelolaannya disebut…
a.       Seleksi
b.      Penjinakan
c.       Shaduf
d.      Irigasi
e.       Drainase

2.      Judul tulisan terkenal dari Theophratus (murid Aristoteles) yang yang mempengaruhi Ilmu Botani hingga abad 17 adalah…
a.       De agricultura
b.      De re rustica Libri III
c.       Historia naturalis
d.      History of Plants dan Causes of Plants
e.       Salah semua

3.      Zaman yang merupakan buaian kebudayaan yang mempengaruhi situasi pertanian kuno, serta ekonomi kotanya yang pertama berkembang yang dilandaskan pada teknologi pertanian yang berkiblat pada kuil, imam, lumbung dan juru tulis-juru tulis adalah…
a.       Zaman kuno – Mesopotamia
b.      Kebudayaan Mesir
c.       Yunani
d.      Kekaisaran Romawi
e.       Abad pertengahan




4.      Pada sistem pertanian di Indonesia, kita temui berbagai sistem yang berbeda baik tingkat efisiensi teknologinya maupun tanaman yang diusahakan, seperti…
a.       Sistem ladang
b.      Sistem tegal pekarangan
c.       Sistem sawah
d.      Sistem perkebunan
e.       Benar semua

5.      Zaman yang saat itu orang- orangnya ahli dalam mengembangkan teknik drainase dan irigasi, serta mengembangkan teknik menaikkan air, yang masih dipakai sekarang, yaitu pada zaman…
a.       Zaman kuno – Mesopotamia
b.      Kebudayaan Mesir
c.       Yunani
d.      Kekaisaran Romawi
e.       Abad pertengahan

6.      Teknik menaikkan air, yang masih dipakai sekarang, yang memungkinkan menaikkan 2.250 liter air setinggi 1,8 m tiap hari kerja pria disebut…
a.       Drainase
b.      Irigasi
c.       Shaduf
d.      Domestication
e.       Selection

15
7.      Teknik budidaya yang tinggi, terutama dalam pengolahan tanah dan pengelolaan air, sehingga tercapai stabilitas biologi yang tinggi, sehingga kesuburan tanah dapat dipertahankan merupakan pengertian dari…
a.       Sistem ladang
b.      Sistem tegal pekarangan
c.       Sistem sawah
d.      Sistem perkebunan
e.       Sistem intensifikasi

8.      Sumber penghasilan utamanya berupa pajak tanah, perundang-undangannya yang paling penting berurusan dengan rencana agrarian, kekayaan besar di investasikan pada tanah pertanian. Keterangan tersebut menjelaskan ciri-ciri pada saat zaman…
a.       Kebudayaan Mesir
b.      Yunani
c.       Kekaisaran Romawi
d.      Abad pertengahan
e.       Dunia baru

9.      Sistem ini diusahakan orang setelah mereka menetap lama di wilayah itu, walaupun demikian tingkatan pengusahaannya rendah. Sistem tersebut disebut…
a.       Sistem ladang
b.      Sistem tegal pekarangan
c.       Sistem sawah
d.      Sistem perkebunan
e.       Sistem ektensifikasi

10.  Sistem pertanian di Indonesia yang pada umunya terdapat di daerah yang berpenduduk sedikit dengan ketersediaan lahan tak terbatas disebut..
a.       Sistem lading
b.      Sistem tegal pekarangan
c.       Sistem sawah
d.      Sistem perkebunan
e.       Sistem diversifikasi











16
Jawaban:
1.      B
2.      D
3.      A
4.      E
5.      B
6.      C
7.      C
8.      C
9.      B
10.  A


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar